Walikota : 2014 Tahun Disiplin dan Tahun Pelayanan Prima

30 DES UPACARA KESADARAN KORPRI DAN AKHIR TAHUN (11)
UPACARA KESADARAN KORPRI DAN AKHIR TAHUN

Kota Kupang (30/12/2013).  Tahun 2014 dicanangkan sebagai Tahun Disiplin dan Tahun Pelayanan Publik yang Prima. Pencanangan ini disampaikan Walikota Kupang, Jonas Salean, SH., M.Si pada Senin (30/12) dalam Upacara Kesadaran Korpri dan Akhir Tahun Lingkup Pemerintah Kota Kupang. Upacara yang berlangsung di lapangan upacara Balaikota Kupang, diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang dan jajaran serta seluruh PNS dan pegawai honorer lingkup Pemkot Kupang.

“Kami (Walikota dan Wakil Walikota) sudah tetapkan 2014 sebagai tahun disiplin. Disiplin bukan keluar masuk kantor tetapi disiplin dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab,” ujar Walikota. Beliau menyampaikan terima kasih untuk seluruh Pimpinan SKPD dan staf yang dengan kesungguhan hati dan rasa tanggungjawab telah melaksanakan tugas dengan baik di 2013. Kepada sebagian aparatur yang belum bekerja maksimal maupun yang ogah-ogahan, di 2014 harus berubah. “Jika 2014 masih ada persoalan yang sama di 2013, akan ganti pejabat karena tidak bisa kerjasama. Tidak ada model kerja seperti tahun ini di 2014. Harus ada perubahan mulai dari Sekretaris Daerah sampai pada kepala seksi di kelurahan,” tegas Walikota.

Selain sebagai Tahun Disiplin, tahun 2014 juga ditetapkan sebagai tahun pelayanan publik yang prima dengan peningkatan pelayanan publik. “Jangan ada lagi perilaku aparat yang merugikan masyarakat,” kata Walikota. Hal ini disampaikan terkait dengan banyaknya keluhan yang disampaikan masyarakat langsung ke Walikota melalui di callcenter pengaduan mulai dari masalah sampah sampai pembuatan IMB. “Mulai tanggal 2 Januari 2014, pelayanan harus berubah terutama di Dinas Tata Ruang yang menjadi dinas yang paling bermasalah karena banyaknya pengaduan dengan menyebutkan nama jelas di callcenter”. Walikota minta ke Sekda untuk panggil oknum untuk ditindak.

30 DES UPACARA KESADARAN KORPRI DAN AKHIR TAHUN (12)
UPACARA KESADARAN KORPRI DAN AKHIR TAHUN

Walikota juga minta perhatian beberapa dinas yang menjadi keluhan di callcenter pengaduan. “Di Dinas PPO keluhan guru-guru, harus dibenahi, juga pada Dinas Kesehatan, pelayanan di puskesmas-puskesmas minta untuk evaluasi kembali, karena pengeluhan masyarakat sangat tinggi,” kata Walikota. Khusus Dinas Kebersihan, tahun ini Pemkot sediakan 6 kendaraan operasional armada angkutan sampah dan 2014 akan tambah 10 armada. Untuk itu pelayanan harus ditingkatkan. Walikota juga menyoroti Dinas Perhubungan, terkait masalah parkir di Kota Kupang dan trayek bermasalah serta terminal bayangan, Walikota minta 2014 harus lebih baik.

Kepada para Camat dan Lurah yang baru saja melakukan studi banding mengenai sampah dan kebersihan, Walikota minta untuk menerapkan hasilnya di wilayah masing-masing. “Peran RT/RW harus dimaksimalkan, jumat bersih melibatkan seluruh lapisan masyarakat agar target Adipura di 2014 dapat tercapai,” kata Walikota. Untuk beberapa lurah yang kinerjanya baik, Walikota menyampaikan akan diberi reward. Seperti Lurah Naikoten 2, akan diberi reward sesuai kinerja yang berhasil menjadi juara nasional. Termasuk Lurah Oesapa yang melakukan inovasi gerobak sampah dari lorong ke lorong patut ditiru oleh Lurah Lainnya. Selain menjaga kebersihan lingkungan juga bisa menyerap tenaga kerja baru.

Walikota minta kepada pejabat di lingkup Pemkot untuk memiliki inisiatif dalam bertindak. “Kepedulian pejabat masih rendah sekali, masih tunggu perintah. Hal-hal kecil sering diabaikan, apapula yang besar. Banyak masalah yang dikorankan tetapi instansi terkait anggap sepele,” ujar Walikota. “Jangan lagi tunggu perintah tetapi harus inisiatif, staf buat kemudian tinggal beri laporan ke pimpinan. Tolong rubah di 2014,” sambungnya.

Dikesempatan ini pula, Walikota menyampaikan apresiasi kepada Badan Perijinan Satu Atap yang mendapat penilaian baik dari Ombudsman RI di NTT. Juga menyampaikan terimakasih ke Dispenda dan juga termasuk dinas-dinas terkait yang mengelola karena tahun 2013 ini PAD cukup meningkat. Walikota minta harus berjuang di 2014 untuk capai target PAD Rp. 86 miliar. Untuk itu kerjasama perlu dilakukan.

Masih terkait dengan Tahun Disiplin, Walikota minta Kasat Pol PP dan jajaran untuk tertibkan pegawai yang berkeliaran di jam kerja. “Semua Pol PP harus turun lapangan, Sekda agar keluarkan instruksi tentang disipilin jam kerja,” ujarnya. Walikota juga minta agar semua laporan kegiatan keuangan daerah harus selesai per 31 Januari 2014. “Kita harus bangun mental melayani, bukan dilayani. Masing-masing instansi terkait pelayanan publik harus permudah proses perijinan, harus ada target yang jelas selesai berapa hari. Jangan main-main,” tegas Walikota.

Untuk Pegawai Tidak Tetap (PTT)/Honorer, Walikota berharap tak ada yang dirumahkan, tetapi model kerja harus berubah. Akan dilakukan evaluasi untuk mengetahui komitmen kerja dari para PTT/Honorer. “Aturan harus ditegakkan selurus-lurusnya,” pungkas Walikota. (humas&protokol)

Post author

Leave a Reply