22 SEPT 2015 WALIKOTA MEMBAWAKAN MATERI PADA RAKOR PU 1editKota Kupang (23/09/2015). Sebagai Ibu Kota Provinsi NTT sudah selayaknya Kota Kupang mendapat perhatian lebih. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas PU Provinsi NTT, Ir. Andre Koreh, M.Si dalam Rakor Sinkronisasi Program dan Kegiatan Bidang PU Tahun 2015 di Hotel On The Rock Kupang, Selasa (22/9). Menurutnya sesuai kebijakan Gubernur NTT, maka untuk tahun 2016 mendatang, Kota Kupang akan mendapatkan porsi perhatian lebih untuk pembangunan jalan provinsi, jalan negara, penataan taman, trotoar dan penataan jalan. Menurutnya kemajuan sebuah kota bisa dilihat dari kemajuan infrastruktur. "Masyarakat terus berubah, kalau pemerintah tidak tanggap merespon kebutuhan masyarakat maka dipastikan kota tersebut akan tertinggal," ujarnya.

Rakor yang diselenggarakan dimaksudkan untuk mengetahui semua persoalan yang ada di Kota Kupang. Kegiatan ini dianggap perlu sebagai kesiapan untuk merespon program pusat, Nawa cita yang menekankan bahwa pembangunan harus dimulai dari daerah pinggiran seperti NTT. Rakor untuk sinkronisasi ini dimaksudkan agar jika anggaran dari pusat nanti dkucurkan bisa dimanfaatkan secara baik. Walikota Kupang, Jonas Salean, SH, M.Si yang turut menjadi pemateri dalam Rakor tersebut menyampaikan terima kasih kepada Dinas PU Provinsi NTT yang telah menggagas Rakor yang menurutnya baru pertama kali dilakukan sejak Kota Kupang berdiri.

22 SEPT 2015 WALIKOTA MEMBAWAKAN MATERI PADA RAKOR PU 2 editSenada dengan Kadis PU Provinsi, Walikota juga mengakui perlunya perlakuan berbeda terhadap Kota Kupang dibanding kabupaten lain di NTT. Sebagai wajah dari NTT, fisik Kota Kupang tidak boleh jalan di tempat dan harus tampak indah. Karena itu dalam RPJMD, Pemkot Kupang telah berupaya dengan menggandeng sektor swasta untuk fokus pada beberapa hal, antara lain pembenahan infrastruktur jalan, jembatan dan drainase, ketersediaan air bersih serta penataan taman dan lampu jalan. Kota Kupang memiliki kurang lebih 650 km jalan. 55 persen di antaranya belum diaspal. Karena itu sejak TA 2015, Pemkot sudah mulai melakukan pembenahan infrastruktur. Bila semula setiap tahun hanya 17 hingga 18 km, kini Pemkot akan membenahi jalan sepanjang 70 km/ tahun. Selain itu Pemkot juga telah menetapkan 10 kelurahan di Kota Kupang sebagai kelurahan kumuh yang perlu penanganan khusus.

Pemkot Kupang juga telah menyiapkan konsep untuk bekerjasama dengan Pemprov untuk memperindah kota lewat pembangunan taman di sepanjang jalan dari Bandara Eltari hingga kota. Diakuinya demi pembangunan infrastruktur di Kota Kupang, Pemkot tidak bergantung sepenuhnya dari bantuan pusat maupun provinsi, tapi juga bersedia menyiapkan dana sharing yang disisihkan dari DAU dan PAD. Rakor tersebut dihadiri pula oleh Kadis PU Kota Kupang dan pejabat di lingkup Setda Kota Kupang serta perwakilan dari sejumlah Satker yang bernaung di bawah Dinas PU. (hum@spro)

Info Sehat

Pengumuman

Fasilitas

Pijat & SPA

Perbankan

Tempat Bermain Anak

Tempat Fitness

Biliar

Rumah Makan