30 OKTOBER 2015 HARI CUCI TANGAN SEDUNIA 31Kota kupang (2/11/2015). Memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia (Global Handwashing Day) 2015, PT Unilever Indonesia, Tbk. melalui brand Lifebuoy,  merayakan capaian 70 Juta Tangan Indonesia Sehat sebagai hasil program edukasi dan sosialisasi berkelanjutan mengenai pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

Program yang telah dimulai sejak 2011 ini menjadi wujud komitmen dan konsistensi Unilever dalam membantu menurunkan angka kematian akibat diare dan infeksi saluran napas (pneumonia) di Indonesia. Seremoni pengukuhan pencapaian ditandai dengan cap tangan yang dilakukan oleh Waila Wisjnu, Manager Health Wellbeing & Nutrition, Yayasan Unilever Indonesia dan dr. Hermanus Man, Wakil Walikota Kupang. Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia yang diadakan di Kupang ini merupakan bagian dari rangkaian acara Lifebuoy yang juga terselenggara di 15 kota lainnya di Indonesia.

“Hari Cuci Tangan Sedunia kali ini menjadi momentum tepat bagi Unilever untuk membuktikan keberhasilannya dalam mengedukasi pentingnya CTPS demi menjaga kesehatan hingga mencapai 70 Juta Tangan Indonesia Sehat. Aksi nyata ini digapai melalui beragam aktivitas dan bermitra dengan berbagai pihak. Hingga tahun  2015 pemerataan edukasi yang kami lakukan telah melibatkan 50 rumah sakit, 15.430 sekolah dan organisasi PKK di 34 provinsi di seluruh Indonesia, yang diaplikasikan dalam bentuk School Program (menjangkau 14.045.415 siswa didik dan tenaga pengajar), Mother’s Program (menjangkau 65.703.775 perempuan). Sementara itu, edukasi Lifebuoy dalam mengampanyekan CTPS pada tahun 2015 telah menjangkau 38.194  siswa dan 2.185 guru di Nusa Tenggara Timur,” ujar  Eva Arisuci Rudjito, Head of Marketing Skin Cleansing and Body Care PT Unilever Indonesia, Tbk.

Tak berhenti di situ, khusus di Nusa Tenggara Timur, Lifebuoy juga membantu memfasilitasi penanaman kebiasaan CTPS fase awal dengan membangun infrastruktur sarana air bersih dan sanitasi di Desa Bitobe, Kupang. Desa ini sebelumnya mengalami kendala kekurangan air bersih dan keterbatasan akses fasilitas sanitasi hingga terpaksa memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, seperti kebutuhan minum, buang air dan mencuci. Inisiasi Lifebuoy di desa Bitobe tersebut juga menginspirasi sineas terkemuka Tanah Air, Nia Dinata, untuk mendokumentasikan keseharian warga Desa Bitobe yang awalnya kesulitan air bersih, dan kemudian mendapatkan infrastruktur sarana air bersih sehingga membantu warga untuk berperilaku hidup bersih sehat.

Data organisasi kesejahteraan anak dunia (UNICEF) 2013 menyebut setiap tahun lebih dari 1.700.000 kematian anak di bawah umur 5 tahun disebabkan diare dan infeksi saluran napas. Data ini diperkuat temuan WHO yang memaparkan bahwa 760.000 kasus kematian anak balita dipicu diare setiap tahunnya.Di Indonesia, kondisinya pun cukup mengkhawatirkan. UNICEF mencantumkan Indonesia sebagai salah satu dari 15 negara dengan jumlah tertinggi kematian anak di bawah usia 5 tahun – dengan 29.000 kasus per tahun akibat diare dan infeksi saluran pernapasan.

Temuan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebut periode pravalensi diare pada kelompok balita di Nusa Tenggara Timur adalah 10,9% yang merupakan peringkat dua tertinggi nasional. Sementara itu, Riskesdas juga mencatat Nusa Tenggara Timur sebagai provinsi dengan periode pravalensi infeksi saluran pernapasan balita tertinggi di Indonesia (38,5%).

30 OKTOBER 2015 HARI CUCI TANGAN SEDUNIA 61Penelitian Valerie Curtis dari London School of Hygiene & Tropical mengungkapkan fakta bahwa kebiasaan CTPS menjadi tindakan preventif paling sederhana guna membantu menekan angka kematian akibat diare sekitar 47%. Ditunjang juga oleh data dari UNICEF bahwa mencuci tangan menggunakan sabun mampu mencegah kematian sekitar 2/3 anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia; spesifik di Indonesia, kebiasaan ini menyelamatkan hingga 2.000 nyawa. Kegiatan yang terlihat sederhana namun terbukti efektif. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun adalah salah satu dari sepuluh indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Cuci Tangan Pakai Sabun merupakan cara efektif untuk menurunkan angka penderita diare dan infeksi saluran pernapasan. Dengan adanya kampanye edukasi CTPS yang Lifebuoy lakukan hari ini, diharapkan masyarakat Nusa Tenggara Timur mampu mengembalikan sikap mental yang  menunjukkan peningkatan kesadaran pada anak-anak dalam membiasakan diri cuci tangan pakai sabun,” ujardr. Hermanus Man.

Bukti kepedulian nyata dari Lifebuoy Berbagi Sehat untuk mengedukasi 70 Juta Tangan Indonesia Sehat  merupakan salah satu realisasi strategi Unilever Sustainability Living Plan (USLP) - yakni menumbuhkan bisnis dua kali lipat seraya mengurangi dampak terhadap lingkungan dan meningkatkan manfaat positif bagi masyarakat. Selama lebih dari 81 tahun hadir di Indonesia, Unilever  secara konsisten berupaya meningkatkan kesehatan masyarakat, termasuk mengajak berperilaku hidup sehat dengan rajin mencuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir.

“Beragam aktivitas edukasi akan terus kami jalankan demi meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Keberhasilan meraih 70 Juta Tangan Indonesia Sehat bukan akhir dari komitmen Unilever, namun justru memacu kami untuk semakin gencar dan kreatif menggalakkan kebiasaan CTPS di tahun-tahun mendatang. Mari berbagi sehat untuk Indonesia yang lebih sehat,” tutup Eva Arisuci. (hum@s)

Pengumuman

Fasilitas

Pijat & SPA

Perbankan

Tempat Bermain Anak

Tempat Fitness

Biliar

Rumah Makan