3 NOVEMBER 2015 PELETAKAN BATU PERTAMA GEDUNG KAMPUS STAKN 11Kota Kupang (4/11/2015). Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) meminta dukungan Pemerintah Kota Kupang dalam menyediakan berbagai sarana dan prasarana pendukung kehadiran mereka. Permintaan tersebut disampaikan Harun Y Natonis, SPd.M.Si, Ketua Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN Kupang pada acara peletakan batu pertama kampus tersebut, Selasa (3/11) di Kelurahan Naimata.

Kepada Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man yang menghadiri acara tersebut, Harun menyampaikan sejumlah permohonan yang diharapkan bisa dipenuhi oleh Pemkot Kupang selaku tuan rumah. Yang paling utama adalah soal akses jalan masuk, listrik, telepon. Mereka juga mengharapkan nantinya ada trayek angkutan kota yang menjangkau tempat tersebut agar para mahasiswa dan warga Naimata tidak lagi kesulitan transportasi. Ditambahkannya, kehadiran Staken dengan 3 ribu mahasiswanya tentu bakal membawa dampak positif terutama dalam mendongkrak ekonomi warga sekitar.

Hal yang sama juga diakui oleh Wakil Walikota, dr, Hermanus Man. Menurutnya tentu kehadiran STAKN akan menimbulkan efek bola salju terutama di sektor ekonomi bagi warganya. Menanggapi permintaan yang diajukan oleh Ketua STAKN, Wawali menyampaikan ada tiga tugas pemerintah, yakni penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan, dalam hal ini menyiapkan infrastruktur seperti jalan.

3 NOVEMBER 2015 PELETAKAN BATU PERTAMA GEDUNG KAMPUS STAKN 31Untuk itu itu Wawali juga meminta kesediaan warga sekitar untuk mau merelakan sedikit tanahnya untuk pembangunan jalan tersebut. Wawali menambahkan, dalam waktu dekat Pemkot akan memperbaiki jalan di Kelurahan Naimata sepanjang 2,6 km menuju arah Petuk, sebagai bagian dari persiapan atas kunjungan Presiden Jokowi pada bulan Desember mendatang dalam rangka Hari Kesetiakawanan Nasional (HKSN).

Khusus kepada para mahasiswa STAKN, Wawali mengimbau agar tidak hanya sekedar datang untuk meningkatkan ilmu pengetahuan. Pendidikan di STAKN diharapkan bisa semakin meningkatkan akhlak dan moral mereka. Hal senada juga disampaikan Wakil Gubernur NTT, Beny Litelnoni. Menurutnya STAKN Kupang hendaknya tidak hanya mengejar output namun kualitas yang memancarkan iman, ilmu dan pengabdian masyarakat. Kehadiran STAKN juga harus memberikan nilai-nilai baru dan nilai tambah sosial dan ekonomi bagi warga masyarakat di sekitarnya.

Kampus STAKN Kupang yang sudah berdiri selama delapan tahun itu akan dibangun dalam tiga tahap dengan total anggaran sebesar Rp 88 miliar. Untuk tahap pertama di tahun 2015 ini pembangunannya meliputi 16 ruangan, menelan anggaran senilai Rp 4,8 miliar. Acara peletakan batu pertama ini dibuka dengan natoni oleh tokoh-tokoh masyarakat di Kelurahan Maulafa dan dimeriahkan oleh tarian dan paduan suara STAKN Kupang. (hum@s)

 

0
0
0
s2sdefault