3 NOVEMBER 2015 PEMBUKAAN WORKSHOP TIM PENILAI BLUD PUSKESMAS 21Kota Kupang, (4/11/2015). 10 Puskesmas di Kota Kupang yang dipersiapkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas, kini sampai pada tahap penilaian. Kegiatan penilaian dalam bentuk workshop berlangsung di ruang rapat Garuda Balaikota Kupang, Selasa (3/11) yang dibuka oleh Walikota Kupang, Jonas Salean, SH., M.Si.

Turut hadir Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi NTT, Kisyadi, SE, M.Si, pengurus AIPMNH NTT, para kepala Puskesmas beserta para tim penilai.

Kegiatan workshop bertujuan untuk mengetahui apakah ke-10 puskesmas tersebut sudah memenuhi syarat menjadi BLUD. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Ary Wijana Putra sebagai panitia workshop. “Para tim penilai yang terdiri dari lintas sektor di Kota Kupang akan menilai 10 puskesmas yang sejak ditetapkan sebagai kandidat BLUD mendapat pendampingan dari Perwakilan BPKP Provinsi NTT,” ucapnya.

Hasil dari penilaian diharapkan sudah diputuskan paling lambat tanggal 9 November, dan Puskesmas yang lolos akan ditetapkan menjadi BLUD untuk selanjutnya dilaunching pada Hari Kesehatan Nasional tanggal 14 November mendatang. Sebagai panitia, dia mengharapkan sinergitas antara tim penilai dan BPKP sebagai pendamping. Adapun penilaian terhadap pola tata kelola, rencana strategi bisnis dan standar pelayanan dan aspek lainnya, diharapkan hasilnya akan terlihat dalam workshop.

Kepala perwakilan BPKP Provinsi NTT, Kisyadi, SE., M.Si mengatakan BLUD merupakan ujung tombak pemerintah untuk melayani masyarakat. Dia mengatakan, prinsip utama dari BLUD yaitu efisiensi dan produktivitas. Dengan diterapkannya BLUD Puskesmas, maka pengelola puskesmas bisa mengatur dan mengelola anggarannya sendiri dan juga diberikan kesempatan untuk mengelola SDM dengan merekrut tenaga kerja profesional. “Jadi BLUD bersifat fleksibel tidak ada ketergantungan dalam menjalankan usaha melalui APBD dan bisa merekrut tenaga professional sehingga dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” katanya.

3 NOVEMBER 2015 PEMBUKAAN WORKSHOP TIM PENILAI BLUD PUSKESMAS 11Senada dengan yang diungkapkan Kisyadi, Walikota mengatakan pelayanan di puskesmas jauh lebih baik dengan menjadi BLUD. Jika puskesmas menjadi BLUD, katanya, pengelola mendapat kebebasan untuk mengatur dan mengolah anggarannya sendiri. Untuk itu Walikota berharap pengelola BLUD Puskesmas harus secara profesional. “Pengelolaan dana harus secara professional, harus ada akunting,” ujarnya. Ditambah lagi untuk provinsi NTT, Kota Kupang yang pertama memiliki BLUD Puskesmas sehingga pengelolaannya harus baik.

Walikota berharap setelah menjadi BLUD, semua puskesmas memberikan pelayanan yang terbaik. “Jangan sampai ada puskesmas yang memberikan pelayanan lebih baik daripada puskesmas lainnya sehingga pasien beramai-ramai ke puskesmas tersebut, sementara puskesmas yang tidak memberikan pelayanan maksimal akan kekurangan pasien,” katanya. Untuk pengelola dana kapitasi di setiap puskesmas, Walikota harapkan agar diberikan pelatihan-pelatihan pengelolaan keuangan. “Jangan hanya tahu teori, untuk itu kita tidak perlu jauh-jauh melakukan pelatihan, cukup di Kota Kupang dibawah bimbingan BPKP sehingga pengelola bisa belajar sambil praktek,” ujarnya.

Kepada tim penilai Walikota berpesan agar bersikap objektif dalam melakukan tugas penilaian. Walikota juga dikesempatan tersebut mengatakan untuk kelancaran tugas di puskesmas, pada 14 november mendatang bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, pemkot akan menambah sarana untuk kepala puskesmas yaitu masing-masing mendapat kendaraan operasional. (hum@s)

Info Sehat

Pengumuman

Fasilitas

Pijat & SPA

Perbankan

Tempat Bermain Anak

Tempat Fitness

Biliar

Rumah Makan