• 01.png
  • 02.png
  • 03.png
  • 04.png
  • 05.png
  • 06.png
  • 07.png

16 NOVEMBER 2015 PENYERAHAN DANA KELURAHAN SIAGA 11Kota Kupang (23/11/2015). Dana operasional untuk kelurahan siaga di Kota Kupang telah diluncurkan. Peluncuran yang berlangsung di Gereja Philadelpia Oepura, Senin (16/11), dihadiri langsung oleh Walikota Kupang Jonas Salean, SH, M.Si, Wakil Walikota, dr. Hermanus Man, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Bernadus Benu, SH, M.Hum beserta sejumlah pejabat di lingkup Pemkot Kupang.

Walikota, Jonas Salean, SH, M.Si dalam sambutannya menyampaikan terbentuknya kelurahan siaga di 51 kelurahan yang ada di Kota Kupang adalah satu-satunya di NTT. Program ini diakuinya sangat penting bagi kesehatan warga terutama dalam mencegah bahaya kematian bayi dan anak. Para fasilitator yang merupakan ujung tombak program ini diharapkan mampu bermitra dengan Dinas Kesehatan, posyandu dan Tim PKK setempat.

Menurutnya saat ini dana operasional kelurahan siaga Rp 2,5 juta, dan pada tahun 2016 mendatang diupayakan meningkat menjadi Rp 5 juta. Selain kelurahan siaga, di Kota Kupang juga telah terbentuk kelurahan kesetiakawanan sosial. Masing-masing kelurahan memiliki 10 orang satgas. Pada kesempatan yang sama, Walikota juga mengaku bangga dengan sejumlah prestasi yang telah diraih oleh posyandu dan kader posyandu di Kota Kupang. Diakuinya, meski dukungan dana terbatas mereka berhasil menjadi juara di tingkat nasional. Walikota menegaskan saat ini sektor kesehatan warga menjadi salah satu program prioritas mereka.

16 NOVEMBER 2015 PENYERAHAN DANA KELURAHAN SIAGA 21Hal senada juga disampaikan oleh Wawali, dr. Hermanus Man. Salah satu indikatornya adalah kepedulian Pemkot dan juga warga terhadap masalah HIV/AIDS. Diakuinya belum lama ini, Kota Kupang mendapat penghargaan atas bentuk kepedulian terhadap HIV/AIDS. Berdasarkan hasil penilaian, 50 persen warga Kota Kupang terbukti peduli dengan persoalan tersebut. Sementara anggaran Rp 1 miliar yang disediakan Pemkot Kupang untuk masalah HIV/AIDS dinilai cukup besar untuk daerah yang masih masuk kategori tertinggal ini.

Meski demikian, Wawali mengingatkan agar warga Kota Kupang tetap waspada. Fakta saat ini menunjukkan ada 19 bayi yang teridentifikasi mengidap penyakit tersebut. Untuk mencegah masalah yang sama terulang kembali, maka sejak Januari 2016 mendatang akan diberlakukan aturan setiap ibu hamil wajib melakukan tes fisik. Pada kesempatan yang sama Wawali mengapresiasi Tim PKK Kota Kupang yang sudah sangat pro aktif dalam mendukung program revolusi KIA. Salah satu yang dinilai sukses adalah Tim PKK Kelurahan Manutapen. Data menunjukkan selama tahun 2014 lalu tidak ada kematian ibu dan bayi yang terjadi di sana. "Itu artinya tim PKK-nya bekerja dengan baik," tambahnya.

16 NOVEMBER 2015 PENYERAHAN DANA KELURAHAN SIAGA 31Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Kupang, Drs. Felisberto Amaral menyampaikan pembentukan kelurahan siaga di tiap kelurahan merupakan gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Di antaranya seperti kurang gizi, penyakit menular, penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa, bencana dan kecelakaan. Esensi dari pembentukan kelurahan siaga ini adalah memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu hidup sehat. Program ini sejalan dengan semangat penerapan revolusi KIA yang didengungkan pemerintah pusat dan daerah. Selain peluncuran dana operasional kelurahan siaga, pada kesempatan tersebut juga disalurkan dana bantuan bagi RT dan RW pemekaran di Kelurahan Namosain dan Kolhua, yakni sebanyak 2 RW dan 18 RT. (hum@s)

Pengumuman

Fasilitas

Pijat & SPA

Perbankan

Tempat Bermain Anak

Tempat Fitness

Biliar

Rumah Makan