15 DESEMBER 2015 PEMBUKAAN PELATIHAN PENDAMPINGAN ODHA 11Kota Kupang, (16/12/2015). Para pendamping orang dengan HIV AIDS (ODHA) diharapkan tak hanya mempunyai pengetahuan tapi juga keterampilan dalam urusan mendampingi. Harapan tersebut disampaikan dr. Hermanus Man, Wakil Walikota Kupang saat membuka kegiatan pelatihan pendampingan bagi orang dengan HIV dan AIDS di Kota Kupang, di Hotel Cahaya Bapa, Selasa (15/12).

Diakuinya di tengah isu meningkatnya jumlah penderita HIV AIDS di Kota Kupang, kehadiran warga peduli Aids (WPA) yang berperan sebagai pendamping sangat membantu. Apalagi Pemkot Kupang ingin agar setiap penderita punya pendamping masing-masing. Peranan pendamping sangat penting terutama untuk mengingatkan para ODHA agar tdk lupa minum obat dan mengajarkan bagaimana cara hidup sehat terutama dalam berhubungan seks. Kegiatan ini diharapkan menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan mereka. Setelah kegiatan ini mereka tidak hanya sekedar membawa pulang sertifikat tapi juga pengetahuan tentang seluk beluk HIV AIDS terutama cara menular dan mengobati serta pengetahuan tentang sikap mental penderita.

Para pendamping juga melalui kegiatan diharapkan memiliki keterampilan dalam pendampingan. Untuk itu mereka dituntut untuk memiliki kematangan dalam berpikir maupun dalam bertindak. Dengan demikian mereka bisa menjadi contoh bagi daerah lain, apalagi pengendalian HIV AIDS di Kota Kupang sudah mendapat penghargaan di tingkat nasional.

15 DESEMBER 2015 PEMBUKAAN PELATIHAN PENDAMPINGAN ODHA 21Drs Agustinus Bebok, MS, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang pada kesempatan yang sama menyampaikan perkembangan kasus HIV AIDS meningkat secara signifikan dengan perilaku yang tidak aman. Secara keseluruhan terhitung sejak tahun 2000 hingga bulan September 2015, total kasus HIV dan AIDS sebesar 784 kasus dengan komposisi HIV lebih besar dibandingkan AIDS di mana 560 HIV dan AIDS 224 kasus.Diakuinya saat ini jumlah pendamping masih terbatas. Untuk membantu tugas tersebut saat ini sudah terbentuk Warga Peduli AIDS (WPA) di 51 kelurahan serta sudah mengikuti kegiatan orientasi peningkatan kapasitas.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pendamping sebaya dalam mendampingi orang terinfeksi HIV. Tujuan lainnya adalah meningkatkan keterampilan pendamping sebaya dalam mendampingi orang terinfeksi HIV. Mereka juga diharapkan meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai pendamping sebaya dalam mendorong agar orang terinfeksi tidak putus obat. Pelatihan yang diikuti oleh 20 orang pendamping dari sejumlah kelompok pendampingan serta kader WPA dari Kelurahan Oesapa Selatan, Liliba, Kelapa Lima, Manutapen dan Belo. Pelatihan berlangsung selama empat hari dengan menghadirkan nara sumber dari LSM peduli HIV AIDS, konselor serta tenaga kesehatan dari rumah sakit. (hum@s)