• 01.png
  • 02.png
  • 03.png
  • 04.png
  • 05.png
  • 06.png
  • 07.png

7 JANUARI 2016 PERAYAAN BERSAMA HARI BESAR AGAMA DI KELURAHAN NAIKOLAN 11Kota Kupang, (8/1/2015). Perayaan bersama hari-hari besar lintas agama merupakan wujud kerukunan hidup beragama di Kota Kupang. Hal tersebut disampaikan Walikota Kupang, Jonas Salean, SH.,M.Si saat menghadiri kegiatan Natal Bersama Lintas Agama Kelurahan Naikolan, Kamis (7/1) sore di gedung kebaktian Jemaat Gunung Sinai Naikolan. Dalam sesi ibadah Natal yang juga dihadiri Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, disampaikan refleksi hari besar keagamaan oleh empat pimpinan agama di Kota Kupang.

Refleksi makna natal Kristen disampaikan oleh Pdt. Maramba Kebang, S.Th, refleksi Halal bi Halal dan Maulid  oleh Ustad H. Mukhsin Thalib, S.Pd, refleksi Galungan oleh Pedanda Ana Agung G.S.M. Putra dan refleksi natal Katolik oleh Romo Pr. Konstantinus Talung, SVD. Sementara liturgi ibadah dipimpin oleh Pdt. V.C. Lada, S.Th.,S.Si.

Diungkapkan Walikota, hanya di Kota Kupang dapat dilakukan perayaan hari-hari besar keagamaan yang diselenggarakan di gereja dan dihadiri para pemimpin dan tokoh lintas agama. “Di daerah lain masuk ke rumah ibadah lain agak sulit, tapi di Kota Kupang bisa terjadi karena kita saling bersaudara,” ucap Walikota bangga.

7 JANUARI 2016 PERAYAAN BERSAMA HARI BESAR AGAMA DI KELURAHAN NAIKOLAN 21Beliau katakan pembangunan infrastruktrur di Kota Kupang juga semakin baik dan semakin maju, bukan hanya secara fisik tetapi maju dalan kerukunan beragama. “Ini yang terpenting, membangun bersama tidak memandang agama, suku ras dan hidup sebagai keluarga Allah”.

Senada dengan Walikota, Gubernur NTT, Drs Frans Lebu Raya dalam sambutannya, menyampaikan rasa bangga atas kerukunan hidup beragama di NTT. Beliau mengungkapkan NTT sebagai satu-satunya provinsi yang mendapat penghargaan kerukunan hidup beragama. Tercermin pada kegiatan natal bersama yang dilakukan dalam keberagaman tetapi juga dalam kerukunan.

Menjadi pemandangan yang biasa, lanjutnya, saat di hari Minggu sore kita melihat gereja beribadah dan masjid mengumandangkan azan. “Itu menunjukkan kedewasaan kita dalam menerima keberagaman, itu apa adanya,” ucap Gubernur. Beliau mengibaratkan kerukunan seperti taman yang indah manakala dipenuhi bunga yang berwarna-warni. “Mari kita rawat ini, kerukunan pasti ada tetapi harus dikerjakan, harus dirawat dengan terus membangun dialog dan saling menghargai,” katanya sambil mengingatkan komitmen pemerintah yaitu tidak boleh ada paham radikalisme dan terorisme di daerah ini.

7 JANUARI 2016 PERAYAAN BERSAMA HARI BESAR AGAMA DI KELURAHAN NAIKOLAN 31Sebelumnya dilaporkan Ketua Panitia  yang juga Ketua LPM Naikolan, Timotius Dapa Talu, natal bersama merupakan program tahunan kelurahan Naikolan yang sudah dilakukan empat kali. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan inspirasi dan suasana kekeluargaan tetap terpelihara dalam sebuah persekutuan.  Dalam rangkaian kegiatan ini, sebelumnya panitia juga menggelar sosialisasi program-program pemkot baik kelurahan siaga, posyandu, program BKS dan sebagainya. Selain itu dilakukan aksi donor darah oleh PMI yang diikuti 26 orang.

Dalam kegiatan natal bersama yang diikuti oleh sekitar 800 baik tamu maupun warga kelurahan Naikolan  dimeriahkan dengan kesenian Qasidah, paduan suara dan tarian bali. Selain itu  juga dilakukan pembagian bingkisan bagi kaum fakir miskin, yatim piatu, pemulung, janda, dan penyandang disabilitas sebanyak 150 orang dari lintas agama. (hum@s)

Pengumuman

Fasilitas

Pijat & SPA

Perbankan

Tempat Bermain Anak

Tempat Fitness

Biliar

Rumah Makan