8 JANUARI 2016 SOSIALISASI KOPERASI KELURAHAN  11Kota Kupang, (11/1/2016). Pemerintah Kota Kupang terus berinovasi dalam menanggulangi kemiskinan dan pengangguran di Kota Kupang. Setelah sukses menggulirkan dana pemberdayaan ekonomi masyarakat (PEM) selama tiga tahun di 51 kelurahan, maka pemerintah bertekad untuk membentuk suatu wadah yang dapat menangani sistem pengelolaan dana PEM lebih efektif dan efisien.

Upaya yang ditempuh pemkot adalah segera membentuk koperasi di setiap keluruhan di Kota Kupang.    Hal ini disampaikan Wali Kota Kupang, Jonas Salean, SH.,M.Si saat membuka kegiatan sosialisasi koperasi kelurahan di Aula Sasando, Lantai III, Balaikota, Jumat (8/1). Dijelaskan Walikota, dana PEM yang bergulir di 51 kelurahan sudah mencapai Rp 41,6 miliar. Dana itu sudah berkembang dari dana yang dialokasikan Pemkot sebesar Rp 25,5 miliar pada tahun 2013 dan 2015.

Tahun 2017 nanti, Pemkot berencana akan menambah alokasi dana PEM sebesar Rp 500 juta per kelurahan atau Rp. 25.500.000.000. Diperkirakan dana yang akan beredar di masyarakat nantinya sebesar Rp. 67.130.250.000. untuk itu pengelolaanya harus lebih professional melalui pembentukan koperasi. Menurut Walikota saat ini saja ada beberapa kelurahan yang sudah menggulirkan dana PEM sampai enam kali hingga dananya sudah sampai Rp 1,5 miliar lebih.

Diharapkan dengan terbentuknya koperasi kelurahan perkembangan dana akan lebih cepat. Selain itu, tak hanya peminjam dana PEM yang menikmati, tapi seluruh masyarakat di kelurahan dapat mengakses dana itu. "Bunganya kecil saja, mungkin 6 persen per tahun. Lebih ringan dari bank," kata Walikota.

8 JANUARI 2016 SOSIALISASI KOPERASI KELURAHAN  21Dalam pembentukan koperasi kelurahan, Walikota minta segera dibentuk kepengurusan dengan diketuai oleh Ketua LPM masing-masing ditambah dengan beberapa pengurus dan pengawas. Walikota berharap 51 Koperasi kelurahan ini bisa diresmikan pada Maret 2016 nanti. Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri Koperasi dan UMKM dan beliau bersedia meresmikan koperasi kelurahan tersebut. Nantinya, lanjut Walikota, bila telah diresmikan, Kota Kupang menjadi satu-satunya kota/kabupaten di Indonesia yang menerapkan program satu kelurahan satu koperasi. "Ini juga dalam rangka mendukung program Pemprov NTT, yakni provinsi koperasi," ucapnya.

Dalam sosialisasi tersebut dilakukan dialog tanya jawab antar peserta sosialisasi yaitu para Lurah dan Ketua LPM dengan narasumber Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota (BPMK) Kupang, Drs. Felisberto Amaral dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kupang, Dra. Balina Oey, M.Si. (hum@s)

Kota Kupang, (11/1/2016). Pemerintah Kota Kupang terus berinovasi dalam menanggulangi kemiskinan dan pengangguran di Kota Kupang. Setelah sukses menggulirkan dana pemberdayaan ekonomi masyarakat (PEM) selama tiga tahun di 51 kelurahan, maka pemerintah bertekad untuk membentuk suatu wadah yang dapat menangani sistem pengelolaan dana PEM lebih efektif dan efisien.

Upaya yang ditempuh pemkot adalah segera membentuk koperasi di setiap keluruhan di Kota Kupang.    Hal ini disampaikan Wali Kota Kupang, Jonas Salean, SH.,M.Si saat membuka kegiatan sosialisasi koperasi kelurahan di Aula Sasando, Lantai III, Balaikota, Jumat (8/1). Dijelaskan Walikota, dana PEM yang bergulir di 51 kelurahan sudah mencapai Rp 41,6 miliar. Dana itu sudah berkembang dari dana yang dialokasikan Pemkot sebesar Rp 25,5 miliar pada tahun 2013 dan 2015.

Tahun 2017 nanti, Pemkot berencana akan menambah alokasi dana PEM sebesar Rp 500 juta per kelurahan atau Rp. 25.500.000.000. Diperkirakan dana yang akan beredar di masyarakat nantinya sebesar Rp. 67.130.250.000. untuk itu pengelolaanya harus lebih professional melalui pembentukan koperasi. Menurut Walikota saat ini saja ada beberapa kelurahan yang sudah menggulirkan dana PEM sampai enam kali hingga dananya sudah sampai Rp 1,5 miliar lebih.

Diharapkan dengan terbentuknya koperasi kelurahan perkembangan dana akan lebih cepat. Selain itu, tak hanya peminjam dana PEM yang menikmati, tapi seluruh masyarakat di kelurahan dapat mengakses dana itu. "Bunganya kecil saja, mungkin 6 persen per tahun. Lebih ringan dari bank," kata Walikota.

Dalam pembentukan koperasi kelurahan, Walikota minta segera dibentuk kepengurusan dengan diketuai oleh Ketua LPM masing-masing ditambah dengan beberapa pengurus dan pengawas. Walikota berharap 51 Koperasi kelurahan ini bisa diresmikan pada Maret 2016 nanti. Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri Koperasi dan UMKM dan beliau bersedia meresmikan koperasi kelurahan tersebut. Nantinya, lanjut Walikota, bila telah diresmikan, Kota Kupang menjadi satu-satunya kota/kabupaten di Indonesia yang menerapkan program satu kelurahan satu koperasi. "Ini juga dalam rangka mendukung program Pemprov NTT, yakni provinsi koperasi," ucapnya.

Dalam sosialisasi tersebut dilakukan dialog tanya jawab antar peserta sosialisasi yaitu para Lurah dan Ketua LPM dengan narasumber Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota (BPMK) Kupang, Drs. Felisberto Amaral dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kupang, Dra. Balina Oey, M.Si. (hum@s)

0
0
0
s2sdefault