21 JANUARI 2016 WALIKOTA BERKANTOR DI KELURAHAN AIRMATA 11Kota Kupang (25/01/2016). Keterbatasan pasokan air bersih masih jadi masalah utama di Kota Kupang. Dalam pertemuan dengan warga Airmata saat berkantor di kelurahan tersebut, Kamis (21/1) Walikota kembali mendengarkan keluhan tentang sulitnya mendapatkan air bersih. Haji Abdurahman, salah seorang warga Airmata mengeluhkan hingga saat ini daerah Airmata kesulitan mendapatkan air bersih. Meski berada di daerah bantaran sungai namun warga masih harus membeli air bersih di mobil-mobil tangki.

Keluhan yang sama juga dikemukakan oleh Gilbertinus Kaleleo. Menurutnya PDAM Kota Kupang sudah memasang jaringan pipa air ke rumah-rumah warga sejak tiga bulan yang lalu. Namun sayangnya hingga saat ini belum berfungsi. Sementara itu, Nursalia warga Airmata lainnya mengadukan layanan pemasangan pipa distribusi PDAM Kota Kupang gratis belum merata. Sejumlah warga yang masuk daftar masyarakat berpenghasilan rendah belum difasilitasi. Mereka mengharapkan Pemkot Kupang untuk memperhatikan persoalan tersebut agar ke depan mereka tidak lagi kesulitan air bersih.

21 JANUARI 2016 WALIKOTA BERKANTOR DI KELURAHAN AIRMATA 21Menyadari pentingnya pasokan air bersih, warga Airmata lainnya, Farukh Djawas meminta agar penerima pemasangan pipa air bersih PDAM Kota Kupang ditambah, agar semua warga bisa menikmati layanan tersebut. Menanggapi keluhan tersebut, Walikota Kupang, Jonas Salean, SH, M.Si mengakui saat ini ada tiga persoalan mendasar di Kota Kupang yang perlu segera dibenahi, yakni jalan lingkungan, air bersih dan penerangan jalan. Namun diakuinya pembenahan dan pembangunan tersebut tidak bisa dilakukan sekaligus namun secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

Mengenai keluhan soal layanan PDAM Kota Kupang, setelah berkoordinasi dengan Dirut PDAM Kota Kupang, Noldi Mumu, SE, Walikota menjelaskan bahwa untuk pasokan air bersih di wilayah Airmata, pihak PDAM menggunakan sumber mata air di area Pemakaman Raja Taebenu di daerah Manutapen. Namun hingga saat ini sumber air tersebut masih dikelola Pemprov NTT dan belum diserahterimakan kepada Pemkot Kupang. Walikota menambahkan air dari sumber air tersebut nantinya bisa langsung dikonsumsi karena sudah melewati proses penyulingan dengan teknologi modern, sehingga harganya sedikit lebih tinggi dari air bersih layanan PDAM di tempat lain.

Pada kesempatan yang sama Walikota menyampaikan untuk mengatasi masalah kekurangan air, pihaknya akan mengerahkan 10 armada tangki air yang dimiliki Pemkot Kupang untuk melayani kebutuhan air bersih warga. Selain membahas soal air bersih, warga juga menyinggung soal penerangan jalan dan sampah.

Alex Libing, warga lainnya menyampaikan perlunya lampu jalan terutama di tempat-tempat yang gelap dan rawan kejahatan. Menurutnya sebelumnya ketika masih menggunakan meteran lama pasca bayar, warga masih rela menyumbangkan arus untuk lampu lingkungan di tempat mereka. Namun sekarang karena menggunakan meteran prabayar warga jadi enggan untuk menyumbang arus seperti dulu lagi. Alex juga mengemukakan warga Airmata mengharapkan agar Jl Trikora sepanjang kurang lebih 726 m yang sudah diusul dalam musrembang agar segera dihotmix.

21 JANUARI 2016 WALIKOTA BERKANTOR DI KELURAHAN AIRMATA 31Sementara itu, Faridah warga yang selama ini menjadi berprofesi sebagai penjual jajanan Airmata minta kepada Walikota agar dia bersama rekan-rekannya sesama penjual jajanan diberi jaminan berupa surat izin usaha karena selama ini mereka sering ditegur oleh Satpol PP, padahal usaha mereka merupakan warisan turun temurun.

Menanggapi permintaan tersebut Walikota memastikan pihaknya akan memprioritaskan hasil musrembang di tingkat kelurahan, termasuk soal perbaikan jalan. Dalam waktu dekat jalan Trikora di wilayah Airmata akan dihotmix. Pemkot Kupang juga akan memperhatikan penerangan jalan dengan memasang lampu LED bertenaga surya. Namun Walikota mengingatkan agar warga mau menjaga bersama lampu tersebut, karena pengalaman di tempat lain baterai lampu LED banyak dicuri oleh oknum tak bertanggung jawab.

Pada kesempatan yang sama Walikota juga membahas tentang perayaan pawai akbar Maulid Nabi Muhammad yang berpusat di Airmata dan rencananya akan dijadikan sebagai agenda tahunan. Pemkot Kupang telah menyediakan anggaran dalam APBD agar perayaan tersebut bisa lebih meriah dari tahun sebelumnya. (hum@s)

0
0
0
s2sdefault