28 JANUARI 2016 WALIKOTA BERKANTOR DI KELURAHAN ALAK 11Kota Kupang (29/01/2016). Tingkat pengangguran yang semakin tinggi di Kota Kupang tak luput dari perhatian Pemkot Kupang. Berbagai upaya untuk menciptakan peluang kerja, dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat terus dilakukan. Selain dana PEM Rp 500 juta per kelurahan yang kini sudah memasuki tahap kedua dan terus bergulir, Pemkot Kupang juga di tahun 2016 ini telah mengalokasikan anggaran sejumlah Rp 1,5 miliar khusus untuk pemberdayaan kaum muda yang tergabung dalam karang taruna di 51 kelurahan. 

Demikian disampaikan Walikota Kupang, Jonas Salean, SH, M.Si saat berkantor di Kelurahan Alak, Kamis (28/1) lalu. Diakuinya anak muda Kota Kupang sesungguhnya memiliki potensi yang baik dan bisa diandalkan. Namun mereka mengalami kendala dalam hal dana atau modal untuk memulai usaha. Karena itu dana Rp 1,5 miliar  untuk Karang Taruna tersebut diharapkan dapat dijadikan modal untuk memulai usaha sesuai bidang keterampilan mereka.

Pada masa-masa sebelumnya para pemuda diberi pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) namun tidak disertai dengan modal usaha setelah pelatihan. Namun sejak tahun 2015 lalu, tiap ada pelatihan oleh Nakertrans, Pemkot Kupang juga membekali dengan modal usaha bagi masing-masing peserta pelatihan. Selain itu Pemkot juga menyediakan kursus menjahit bagi para ibu dan remaja puteri. Setelah pelatihan mereka juga diberi modal membuka usaha berupa mesin jahit.

Mengenai modal Rp 1,5 miliar, Pemkot akan menginventaris berapa banyak kelompok pemuda yang ada dan dana ini akan digulirkan tanpa bunga. Jika berhasil dan berjalan dengan baik maka pada tahun 2017 mendatang dana tersebut akan ditingkatkan menjadi Rp 5 miliar.  Pernyataan Walikota ini disampaikan untuk menanggapi permintaan Yosafat, salah satu warga Kelurahan Alak. Menurut Yosafat tingkat pengangguran di Alak cukup besar. Karena itu mereka minta agar Pemkot Kupang berkenan menyediakan dana untuk pembinaan para pengangguran.

Selain membahas soal masalah pengangguran, warga Alak juga menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka alami selama ini. Ketua LPM Kelurahan Alak, Christian Baitanu pada kesempatan yang sama mengemukakan beberapa hal menyangkut kehidupan mereka di Kelurahan Alak. Christian yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Kupang menyampaikan Alak merupakan salah satu sentra ekonomi di Kota Kupang, karena itu harus ada tempat untuk perputaran ekonomi masyarakat berupa pasar. Sedangkan pasar ikan yang sudah dibangun menurutnya harus segera dibenahi agar tidak terkesan jorok dan merusak pemandangan.

Christian juga menyinggung soal masih rawannya keamanan di lingkungan mereka, terutama di jalur 40. Banyak ternak milik warga yang hilang. Karena itu warga mengharapkan ditambahnya pos keamanan dan juga penerangan jalan di titik-titik rawan tersebut. Keluhan yang sama juga dikemukakan oleh warga lainnya, Fredi dan Gibrael. Menurut mereka perlu ada lampu jalan di daerah Alak karena belakangan ini makin banyak pencuri berkeliaran. Mereka juga minta agar Pemkot berkoordinasi dengan Kepolisian untuk menambah jumlah personil di Pospol Alak yang selama ini hanya tiga orang.

28 JANUARI 2016 WALIKOTA BERKANTOR DI KELURAHAN ALAK 21Menanggapi permintaan tersebut, Walikota menyampaikan akan segera berkoordinasi dengan Kapolsek Alak agar lebih meningkatkan pengawasan dan pengamanan. Namun Walikota mengingatkan agar warga tidak sepenuhnya bergantung pada polisi. Perlu ada kesadaran untuk menjaga diri masing-masing, salah satunya dengan cara menghidupkan kembali Siskamling secara gotong royong. "Masa ayam hilang, Walikota harus turun tangan?" ungkapnya dengan nada gurau. Pemkot juga akan menambah lampu jalan, sesuai rencana di tahun 2016 ini akan ada 3000 titik nyala di sepanjang jalan Kota Kupang.

Mengenai pembangunan pasar, Walikota minta warga untuk mencari lokasi yang baik. "Jangan sampai pasar jadi orang tidak ada yang datang, jadi persoalan lagi," tambahnya. Untuk itu menurutnya perlu ada koordinasi antara Camat, Lurah, LPM, RW dan RT. Sementara soal pasar ikan yang jorok diakuinya perlu segera dibenahi. Kegiatan Walikota berkantor ini dihadiri sejumlah besar warga dan pejabat di lingkup Pemkot Kupang. Usai kegiatan Walikota berkesempatan meninjau Puskesmas Alak yang letaknya tidak jauh dari lokasi kegiatan. (hum@s)