13 FEBRUARI 2016 PERESMIAN EKOWISATA MANGROVE DI KELURAHAN OESAPA BARAT 11Kota Kupang (15/02/2016). Ekowisata mangrove di Kelurahan Oesapa Barat diyakini bakal menjadi ikon baru pariwisata di Kota Kupang. Selain Ekowisata Mangrove, telah hadir juga obyek wisata baru pantai Batu Kapala di Kelurahan Nunhila yang bakal jadi primadona warga. Demikian disampaikan Walikota Kupang, Jonas Salean, SH, M.Si pada acara peresmian kawasan Ekowisata Mangrove dan Batukapala Beach, Sabtu (13/2) di kawasan Ekowisata Mangrove Kelurahan Oesapa Barat.

Menurutnya ini merupakan bagian dari program-program Pemkot Kupang dalam bentuk hal-hal kecil namun menyentuh langsung warga. Kepada warga sekitar lokasi tersebut Walikota minta agar bersedia menjaga tempat wisata tersebut sehingga tetap terawat dan nyaman bagi para pengunjung. Warga juga diminta untuk mempelajari lokasi tersebut secara baik untuk dikelola menjadi lokasi pemancingan juga rumah makan kecil bagi para pengunjung.

Jika dikelola secara baik Walikota yakin lokasi ini akan dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. Pemerintah Kota Kupang akan membantu membenahi sejumlah infrastruktur penunjang seperti jalan masuk, gerbang, penerangan jalan. Kepada dinas teknis Walikota minta agar dinas terkait melengkapi desain lokasi tersebut supaya bisa diusulkan dalam musrembang kota mendatang. "Berapapun dananya akan jadi prioritas utama pembangunan di tahun 2017 nanti," tegasnya.

Salmon Tasek, perwakilan warga di seputar lokasi Ekowisata Mangrove menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Kupang yang telah memberi perhatian dan membantu mereka membentuk kelompok usaha, mulai dari kelompok budidaya, pengolahan hingga pemasaran.  Diakuinya lewat pemberdayaan, pendampingan masyarakat dimampukan untuk menghadapi tantangan hidup yang berat. "Terima kasih Walikota lewat Dinas Perikanan, yang sudah berikan banyak bantuan penunjang usaha masyarakat.

13 FEBRUARI 2016 PERESMIAN EKOWISATA MANGROVE DI KELURAHAN OESAPA BARAT 21Adapun beberapa sarana penunjang yang sudah mereka terima antara lain pembuatan rabat beton, pondok informasi dan jembatan mangrove yang kini jadi primadona. Dia menambahkan masih ada sisa lahan yang cukup luas di lokasi tersebut, karena itu mereka berharap Pemkot bisa terus mendampingi mereka membantu mewujudkan ekowisata mangrove menjadi obyek wisata kebanggaan Kota Kupang. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang, Ir. Thomas Jansen Gah, MM mengakui potensi ekowisata mangrove jadi ikon wisata baru sudah terlihat sejak jauh hari sebelum lokasi ini diresmikan.

Untuk menunjang obyek wisata tersebut, Pemkot telah membangun jalan rabat, 4 unit lampu solar cell dan jalan/jembatan mangrove. Khusus untuk jembatan mangrove diakuinya di Indonesia baru beberapa yang ada, sehingga menjadi ikon tersendiri. "Masyarakat Kota Kupang saat ini suka obyek wisata yang unik-unik seperti ini," tambahnya. Pantauan mereka selama ini jumlah pengunjung ekowisata mangrove mencapai 100 hingga 500 orang. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Christian Baitanu dan anggota DPRD, Ir. Elia Salean, SH serta Melkianus R Balle, SH, M.Hum. Usai peresmian dan penandatanganan prasasti Walikota beserta rombongan pejabat berkesempatan meninjau lokasi jembatan mangrove. (hum@s)

Info Sehat

Pengumuman

Fasilitas

Pijat & SPA

Perbankan

Tempat Bermain Anak

Tempat Fitness

Biliar

Rumah Makan