WhatsApp Image 2017-11-03 at 12.26.07Bertempat di Ruang Garuda Kantor Wali Kota Kupang (Kamis,02/10/17) Wakil Wali Kota Kupang dr. Hermanus Man membuka kegiatan “Pertemuan Monev, Advokasi dan Sosialisasi Penyusunan Rencana Aksi Daerah Dalam Rangka Penguatan Komitmen Daerah Menuju Eliminasi Tuberkulosis 2035 dan Eliminasi Malaria 2019”. Turut hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kota Kupang serta para undangan lainnya.

Tuberkulosis atau TB masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan global dan nasional. Negara kita Indonesia masih merupakan salah satu dari negara dengan beban TB tertinggi. Berdasarkan hasil Survei Prevalensi TB Indonesia tahun 2013-2014, diperkirakan kasus TB sebanyak 1.600.000 kasus sedangkan kasus baru  TB sebanyak 1.000.000 kasus dan mortalitas TB 100.000 kasus.Dengan angka notifikasi kasus tahun 2014 sebanyak 324.000 kasus maka case detection TB di Indonesia hanya sekitar 32%. Sebanyak 68% kasus masih belum diobati atau sudah diobati tetapi belum tercatat oleh program. Hal ini memacu penanggulangan TB nasional terus melakukan intensifikasi, akselerasi, ekstensifikasi dan inovasi program melalui Strategi Nasional Penanggulangan TB.

Berdasarkan hasil estimasi perhitungan beban TB dengan memperhatikan sarana diagnosis yang tersedia, penemuan kasus TB tahun sebelumnya, kasus TB – HIV, dan jumlah penduduk maka jumlah kasus Tuberkulosis Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 2016 diperkirakan penemuam kasus 6,388 dan realiasinya sebanyak 6.272 kasus. Pada tahun 2017 ditargetkan penemuan sebanyak 7.215 kasus, tahun 2018 sebanyak 8.641, tahun 2019 sebanyak 9.779 dan tahun 2020 sebanyak 9.923. Secara epidemiologi bila angka ini meningkat setiap tahun minimal selama 5 tahun, suatu saat akan mendatar dan akan menurun di tahun selanjutnya. Hal ini menggambarkan berbagai upaya telah dilakukan untuk menuju eliminasi Tuberkuloaia tahun 2035. Kota Kupang menargetkan penemuan kasus Tuberkulosis pada tahun 2016 845 kasus realisasi sebanyak 861 kasus. Tahun 2017 ditargetkan 770 kasus, hingga Juni  2017 sudah ditemukan sebanyak 379 kasus. Tahun 2018 ditargetkan 812 kasus, 2019 861 kasus dan 2020 916 kasus. Kasus malaria di Kota Kupang tahun 2011 (2,36 per 1000 penduduk), tahun 2012 (1,6 per 1000 penduduk), tahun 2013 (1,1 per 1000 penduduk), tahun 2014 (0,53 per 1000 penduduk), tahun 2015 (0,28 per 1000 penduduk) dan tahun 2016 (0,15 per 1000 penduduk). Terjadi penurunan kasus malaria di Kota Kupang dalam 6 tahun terakhir, dengan berbagai upaya intervensi di harapkan tahun 2019 Kota Kupang mencapai Eliminasi malaria.

WhatsApp Image 2017-11-03 at 12.26.11Wakil Wali Kota Kupang dalam sambutannya mengatakan bahwa melalui monitoring dan  evaluasi ini dapat menemukan pokok masalah yang selanjutnya diadvokasi dan disosialisasi sehingga menumbuhkan pemahaman yang baik tentang malaria dan tuberkulosis agar melalui kegiatan ini akan menghasilkan analisis situasi program pengendalian tuberkulosis dan malaria Kota Kupang Tahun 2017 yang lengkap serta menghasilkan target dan definisi operasional indikator program tuberkulosis dan malaria, dan selanjutnya dapat menyusun kegiatan prioritas di Kota Kupang (workplan) untuk rencana aksi daerah dalam program penanggulangan tuberkulosis dan malaria di Kota Kupang. Semoga dari waktu ke waktu masalah tuberkulosis dan malaria dapat di berantas sampai ke akar – akarnya dan sesuai rencana pada waktunya Kota Kupang bisa terbebas dari kedua masalah ini.

Tujuan dari di laksanakan kegiatan yakni mendapatkan gambaran tentang program dan capaian program penanggulangan tuberkulosis dan malaria, mensosialisasikan kebijakan tentang rencana aksi nasional penanggulangan tuberkulosis dan malaria, menjelaskan proses dan tahapan dalam penyusunan rencana aksi daerah penanggulangan tuberkulosis dan malaria, merumuskan kegiatan prioritas dan target sesuai dengan strategi yang telah dirumuskan dalam program penanggulangan tuberkulosis dan malaria nasional sebagai bentuk komitmen daerah menuju tuberkulosis 2035 dan malaria 2019.(Hum@s)

0
0
0
s2sdefault