Putra kelahiran Surabaya yang satu ini sungguh istimewa. Welin Kusuma memang “gila sekolah”. Bayangkan, 23 gelar akademis berhasil ia raih dalam waktu empat belas tahun. Alhasil, berbagai disiplin ilmu ia kuasai. Menempuh kuliah dan bekerja siang malam di berbagai universitas ia jalani dengan tekun. Menariknya, ketika menjelaskan apa yang mendorongnya untuk tekun meraih cita-cita, ia menyinggung tiga hal yang akan kita simak dalam bacaan hari ini.

Peristiwa penting pemanggilan kedua belas murid oleh Tuhan Yesus tidak berlangsung serta merta, tanpa awalan. Ada hal-hal yang mendahuluinya. Pertama, “Ia melihat orang banyak itu…” (ay. 9:36). Dia melihat mereka sebagai “tuaian”, ladang garapan dan tantangan (ay. 9:37). Ada visi. Kedua, “…tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka” (ay. 9:36). Hati-Nya lekat di situ. Ada getaran hati, keterpautan emosional karena perasaan kasih dan kepedulian. Baru yang ketiga. Dia mengajak para pengikut-Nya berdoa (ay. 9:38) lalu memanggil dan memberi mereka kuasa untuk melayani (ay. 10:1). Ada aksi.

Tak semua orang sehebat dan “segila” Welin Kusuma. Tapi setiap kita boleh bermimpi; menggumuli, menangkap dan menekuni sebuah visi pribadi yang sudah Tuhan letakkan dalam hati kita. Di tangan Tuhan yang penuh kuasa, “resep” menjalani hidup di atas akan menjadikan hidup kita sebagai alat guna menggenapi rencana-Nya di tengah-tengah dunia yang Dia kasihi. Inilah “prestasi” yang memuliakan nama-Nya

Fasilitas

Pijat & SPA

Perbankan

Tempat Bermain Anak

Tempat Fitness

Biliar

Rumah Makan