Pensil adalah salah satu alat tulis yang tidak asing lagi bagi kita. Benda yang sederhana tetapi memilik fungsi yang cukup berguna. Dalam kehidupan sebagai anak Tuhan, kita bisa mengambil beberapa teladan dari benda sederhana tersebut.

Pensil bisa berguna kalau ada tangan yang menggerakkannya Hidup kita akan berguna jika ada “tangan” yang membimbing kita. Dialah Allah yang dengan setianya menyertai kita. Tidak sekalipun dibiarkan-Nya kita melangkah sendirian. Rancangan-Nya akan membuat hidup kita menjadi berarti. “Sesungguhnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar (Yesaya 59:1).”

Dalam menulis terkadang kita menggunakan rautan untuk menajamkam kembali pensil itu. Ada kalanya Allah mengijinkan masalah datang dalam hidup kita, dengan demikian kita benar-benar diuji apakah kita dapat bertahan atau tidak. Tetapi biarlah kita menjadikan setiap masalah itu sebagai alat untuk kita lebih dekat kepada Tuhan.“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia (Yakobus 1:12).”

Pensil selalu memberikan kesempatan kepada penghapus untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Tidak selamanya apa yang kita lakukan itu benar. Kesalahan demi kesalahan sering kita lakukan. Ada kalanya kita menyakiti perasaan sesama kita bahkan mengecewakan Tuhan. Terimalah setiap nasihat yang bisa membuat kita menjadi lebih baik. Jadikan itu sebagai cara Tuhan untuk membuat kita menjadi lebih berkenan bagi Dia dan juga menjadi berkat bagi sesama kita.“Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya (Ibrani 12:5.)”

Bagian terpenting pensil bukanlah luarnya melainkan batang arang yang ada di dalam, seperti ada pujian “Kau bukan yang melihat rupa, Kau bukan Tuhan yang memandang harta, hati hamba yang s’lalu Kau cari, biar Kau temukan di dalamku.” Demikian dengan hidup kita dalam melayani Dia, persembahkanlah hidup kita sebagai persembahan yang hidup dan tak bercacat cela di hadapan Allah.“Tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil daripadanya (Lukas 10:42).”

Saat menulis, pensil akan selalu meninggalkan goresan. Sebagai anak Tuhan kita dituntut untuk menjadi garam dan terang dunia. Biarlah kita memancarkan perbuatan baik seperti yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita dan hidup kita tidaklah menjadi batu sandungan bagi orang lain.“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga (Matius 5:16.)”

Allah tidak pernah membiarkan kita sebagai umat pilihan, hidup jauh dari lingkaran kasih-Nya. Jadikanlah hidup kita menjadi berarti sekarang dan sampai selamanya.

Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Matius 5:20

Info Sehat

Fasilitas

Pijat & SPA

Perbankan

Tempat Bermain Anak

Tempat Fitness

Biliar

Rumah Makan