lurah naimata

Sejarah dan Dasar Hukum Terbentuknya Kelurahan Naimata

Sejarah Naimata menurut penuturan bapak Nitanel Tnaeleli dan Felipus Taosu (Tua kampung di Naimata), bahwa pada mulanya dipimpin oleh Temukung yaitu tahun 1935 sampai dengan tahun 1972, kemudian berubah menjadi desa yaitu dari tahun 1972 sampai dengan tahun 1996 yang ketika itu masih berada dalam wilayah Kabupaten Kupang. Pada tahun 1996 ketika terbentuknya Kota Madya Daerah Tingkat II Kupang, maka berdasarkan Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 17 Tahun 2000 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tatakerja Kecamatan dan Kelurahan, Naimata merupakan salah satu Kelurahan yang berada dalam wilayah Kecamatan Alak, dan sesuai Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 03 Tahun 2010 Tentang Pembentukan Kecamatan Maulafa maka Kelurahan Naimata menjadi bagian dari Kelurahan yang berada dalam wilayah Kecamatan Maulafa.

Sejak tahun 1935 sampai dengan tahun 2013 ini, telah terjadi 12 (dua belas) kali pergantian pimpinan yang dapat diuraikan sebagai berikut :

 Masa Temukung :

  1. Natu Naen Baitanu-Naimata (Nailakat) pada zaman Belanda;
  2. Nout Kefi (tinggal di Nasipanaf) pada zaman Jepang;
  3. Welem Nifu Nama (UNFATU) tahun 960-1970 yaitu pada masa Orde Baru.

 Masa Desa adalah :

  1. Yakob Nifu
  2. Gabriel Suat
  3. Ferdinan Baitanu

 Masa Kelurahan :

  1. Karel Kopong;
  2. Eduard Paidjo (Tahun 2000 – 2007)
  3. Sinyo Kastilo (Tahun 2007 – 2008 sebagai Plt. Lurah
  4. Albert Naitboho, S.STP (tahun 2008 – 2011);
  5. Yohanis Wewo, SH (2011  2012);
  6. Melianus N.A. Benggu, SH (2012 – sekarang)

 Luas Wilayah

Luas wilayah adalah 4,88 km2

 Batas Wilayah

  • Sebelah Utara    : Kelurahan Liliba
  • Sebelah Selatan  : Kelurahan Kolhua
  • Sebelah Timur    : Kelurahan Penfui dan Desa Oeltua Kabupaten Kupang
  • Sebelah Barat     : Kelurahan Liliba dan Maulafa

 Orbitasi

Jarak Kelurahan Naimata ke Kecamatan ±3 km dan lama jarak tempuh dengan kendaraan bermotor selama ±10 menit, sedangkan berjalan kaki selama ±35 menit. Jarak ke Kota Kupang ± 6 km dan lama jarak tempuh dengan kendaran bermotor selama ±30  menit  dan berjalan kaki  ± 2 jam sedangkan jarak ke Ibu Kota Propinsi ± 4 km dengan kendaran bermotor dapat ditempuh dengan selama ± 15 menit  dan berjalan kaki dapat ditempuh selama 60 menit.

Demografis

Jumlah penduduk Kelurahan Naimata hingga akhir tahun 2013sebanyak 642 Kepala Keluarga yang terdiri dari 3059 jiwa dengan rincian perempuan 1.573 jiwa dan laki-laki 1.486 jiwa. Dari jumlah penduduk 642 Kepala Keluarga tersebut terdapat keluarga yang dikategorikan kurang mampu sehingga berdasarkan data BPS keluarga ini mendapat fasilitas :

  1. Beras miskin yang berjumlah 162 Kepala Keluarga (Raskin Nasional) dan 8 Kepala Keluarga mendapat RASKIN Daerah yang tersebar hamper merata di setia Rukun Tetangga.
  2. Kartu JAMKESMAS kepada 1.166 Orang dan Kartu JAMKESDA kepada 635 orang.

Potensi Ekonomi dan Wilayah

Lahan Masyarakat

Potensi ekonomi yang menjadi unggulan dan dapat dikembangkan di Kelurahan Naimata adalah bidang pertanian (ternak, tanaman jagung, ubi-ubian dan kacang-kacangan), mengingat lahan yang dimiliki oleh masyarakat masih cukup luas.

Sesuai data yang ada di Kelurahan (hasil wawancara dengan Ketua Kelompok Tani) bahwa  Kelurahan Naimata memiliki 9 (Sembilan) Kelompok Tani termasuk 1 (satu) Kelompok Tani Wanita dan lahan yang digarap sekitar 35 Ha belum ditambah lagi dengan luas pekarangan sekitar 3 ha. Namun dilihat dari aneka tanaman yang dibudidayakan masih sangat terbatas yaitu hanyanjagung, kacang-kacangan dan ubi-ubian. Waktu saya melakukan kunjungan lapangan ditemui bahwa terdapat salah satu anggota kelompok tani atas nama Bapak Felipus Taosu yang menanam terung, tomat, Lombok dan sayur-sayuran (yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi) dan kondisi tanaman yang sangat subur, padahal hanya menggunakan curah hujan yang ada sama seperti tanaman jagung, kacang-kacangan dan ubi-ubian.

 Ternak  

Selain lahan masyarakat, di Kelurahan Naimata juga terdapat populasi ternak yang cukup banyak (baik ternak besar maupun kecil) dan ini merupakan salah satu potensi yang cukup besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Perseberan kepemilikan ternak dapat dilihat pada table 1 di bawah ini.

Sumber: Kelurahan Naimata (Februari 2014)

Fasilitas

Pijat & SPA

Perbankan

Tempat Bermain Anak

Tempat Fitness

Biliar

Rumah Makan