• 01.png
  • 02.png
  • 03.png
  • 04.png
  • 05.png
  • 06.png
  • 07.png

PROFIL KELURAHAN 

Sejarah Kelurahan  Liliba

ASAL USUL LILIBA

Liliba berasal dari bahasa helong yang terdiri dari dua kata yaitu LILI dan BA. LILI artinya deras atau keras, sedangkan BA artinya mengalir. Jadi LILIBA artinya mengalir dan deras / keras. Liliba dinamai oleh orang helong pada masa dahulu sering melakukan perjalanan melalui daerah liliba untuk melakukan perdagangan di kupang dan aktivitas kehidupan lainnya. Dan ketika melewati wilayah ini ( liliba ) pada musim hujan, sebuah kali terbentng berbatasan dengan Oebufu ( kali liliba ) selalu terjadi banjir yg sangat deras dan sulit untuk dilewati oleh orang helong ketika itu. Tetapi dengan segala daya termasuk harus menginap di sekitar wilayah liliba sampai berkurangnya banjir kali liliba lalu mereka melanjutkan perjalanan dan hal ini dilkukan secara rutin. Sejak itu, orang helong kemudian manamai tempat ini dengan nama liliba yang artinya kali atau banjir yang mengalir deras. Kemudian dalam perkembangannya, wilayah ini dinamai liliba dan kemudian wilayah liliba menjadi wilayah kekuasaan kerajaan dan pemerintahan dari tamukung, desa hingga menjadi kelurahan sampai saat ini.

SEJARAH KEPEMIMPINAN KELURAHAN LILIBA
Pada mulanya wilayah liliba dipimpin dengan sistem pemerintah kolonial belanda ( Kerajaan ) dan di tahun 1964 dan sterusnya wilayah liliba di pimpin oleh beberapa tamukung, yang oleh beberapa sumber atau pelaku sejarah bahwa ada sekitar lima sampai dengan enam pejabat tamukung. Lebih jelasnya dapat dilihat di bawah ini:

TAMUKUNG

  1. Markus Ndoloe 1964-1967
  2. Elias Moi 1967-1970
  3. Petrus Pah 1970-1975

KEPALA DESA

  1. Petrus Pah 1975-1977
  2. Semuel Rottok 1977-1982
  3. Fredik B. Eoh 1982-1987
  4. Fredik B. Eoh 1987-1999
  5. Ruben Fanggi KARTEKER 1992-1995

LURAH

  1. Andrianus Lottu Lurah Sementara 1995-1998

  2. Lodowik Djungu Lape, s.sos 1998-2007

  3. Yos Amonoda PLT 2007-2008

  4. Margaritha M. Malelak 2008-2012

  5. Yohanis Foeh, A.Md 2012-2016

  6. Amramsius Yolah, S.Sos

Luas Wilayah : 1300 Ha

Batas Wilayah

Utara      : Kelurahan Oesapa Selatan

Selatan   : Kelurahan Naimata

Timur     : Kelurahan Penfui

Barat      : Kelurahan Oebufu dan Kelurahan TDM

Jumlah RT / RW             : 52 RT dan 16 RW

Jumlah Penduduk          :17.257 jiwa (Desember 2015)

REALISASI BANTUAN

Dana PEM                        : Rp 500.000.000,-

Uang Duka (2015)            : 20 Orang

Beasiswa KK Miskin          : 20 Orang

Raskin Gratis                   : 317 KK

Realisasi pembangunan 

Jalan Baru 3.580 meter

Lampu Jalan 2 Titik 

ASET  PEMBANGUNAN 

  • Puskesmas Pembantu  Liliba
  • Kantor Lurah
  • SD Inpres Liliba
  • TPU Damai

 

Sumber: Kelurahan Liliba (Tahun 2016) 

Fasilitas

Pijat & SPA

Perbankan

Tempat Bermain Anak

Tempat Fitness

Biliar

Rumah Makan