Kegiatan Dekranasda
Walikota Kupang Membuka Kegiatan Lomba Cipta Menu 3B Berbasis Bahan Pangan Lokal Tingkat KK | Walikota Kupang Membuka Kegiatan Lomba Cipta Menu 3B Berbasis Bahan Pangan Lokal Tingkat KK |
|
|
| Thursday, 03 September 2009 | |
|
WALIKOTA KUPANG MEMBUKA KEGIATAN LOMBA CIPTA MENU 3B BERBASIS BAHAN PANGAN LOKAL TINGKAT KOTA KUPANG TAHUN 2009 Walikota Kupang Drs.Daniel Adoe membuka kegiatan lomba cipta Menu 3B Berbasis Bahan Pangan Lokal Tingkat Kota Kupang Tahun 2009 di Aula Sasando Lantai III Kantor Walikota Kupang yang di Prakarsai Oleh Ketua TP.PKK Kota Kupang Ny. Welmintje Adoe-Benyamin Pada Hari Rabu,02 September 2009. Pada awal sambutannya Walikota menyampaikan ucapan Terima Kasih dan Penghargaan yang tinggi kepada ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang yang telah Berusaha secara maksimal untuk melakukan kerja sama dengan dinas pertanian perkebunan dan kehutanan kota kupang untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Walikota Kupang dalam sambutannya menyatakan bahwa di tengah perkembangan pangan local hampir tenggelam oleh karena di banjiri dengan aneka produk luar yang serba variatif dan instan,maka di butuhkan kreativitas dan inovasi untuk memberikan nilai tambah bagi pangan local. Sadar atau tidak bahwa pangan yang berasal dari luar dengan kemasan yang sangat menarik ternyata menyimpan sejumlah resiko antara lain; Rendah Kandungan Gizi,Kurang Higienis, Tidak aman di konsumsi karena ada kemungkinan menggunakan bahan kimia pengawet, pewarna bahkan lebih dari itu secara ekonomi dapat berdampak pada nilai jual produk local menjadi semakin rendah dan tidak popular. Oleh karna itu dengan adanya lomba 3B ini diharapkan akan menggairahkan dan menghidupkan kembali uisaha aneka produk local. Aneka produk local kini telah menjadi barang “inferior” yakni barang yang ketika pendapatan seseorang semakin meningkat,maka mempunyai kecenderungnan untuk tidak mengkonsumsinya.akibatnya walaupun persediaan pangan local meningkat tetapi permintaan semakin menurun, maka harga barang cenderung menurun. bahkan kita sering tergiring dengan pola hidup masyarakat global yang cenderung mengindentikan bahwa konsumsi makan luar/kemasan import merupakan gambaran dari orang yang lebih modern, lebih elit dan bergengsi serta lebih mapan ekonomi,atau sebaliknya terjebak dengan”penilaian masyarakat luas” yakni dengan mengkonsumsi pangan local identik dengan pola hidup primitif, lama dan tidak mengikuti perkembangan zaman. Beberapa kasus gizi buruk sesungguhnya merupakan gambaran dari masyarakat yang kreatif dan belum inovatif terhadap produk pangan local. Sementara aneka pangan local merupakan sumber protein maupun karbohidrat yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menjadikan seseorang lebih sehat.namun demikian masing-masing jenis pangan local tidak memiliki kandungan gizi yang lengkap,sehingga melalui lomba ini kiranya masyarakat dapat diperkenalkan pola hidup sehat melalui pola makan yang sehat dengan mengkonsumsi makanan yang beragam,bergizi dan berimbang.menjadi orang sehat dengan mengkonsumsi pangan local yang lebih alami,lebih terjamin,sekaligus merupakan cara termurah untuk menjadi lebih sehat. Sebelum mengakhiri sambutanya Walikota Kupang menegaskan bahwa, sesuai dengan slogan ”Panganku Beragam,Bergizi dan Berimbang” maka,Saya mengajak kepada segenap komponen masyarakat di kota ini untuk terus memproduksi dan mengkonsumsi pangan local dalam kehidupan sehari-hari.Terus budayakan hidup sehat, hidangan makanan yang siap saji seperti ini, tidak hanya saat perlomban,tetapi harus dapat disajikan dalam rumah tangga masing-masing, sehingga dapat menjadikan sarana untuk meningkatkan keharmonisan rumah tangga. keharmonisan dalam rumah tangga akan membantu memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat maupun pada skala yang lebih besar yakni bangsa dan negara. Kiranya melalui lomba ini,kita mampu memberikan karya nyata yang lebih berarti dan nilai bagi pencinta produk local baik dalam lingkup keluarga maupun dalam lingkup kemasyarakatan, yang dapat memberikan konstribusi bagi peningkatan komunitas masyarakat sehat di daerah ini. |
![]()