Warga Kelurahan Manulai II minta agar dapat dilibatkan dalam proses pembangunan Rumah Sakit Umum Pemerintah Pusat (RSUPP) Kupang, yang dibangun di wilayah Manulai II. Permintaan tersebut disampaikan perwakilan tokoh masyarakat saat Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, berkantor di Kantor Lurah Manulai II, Rabu (14/9). Kelurahan Manulai 2 menjadi Kelurahan kedelapan yang dikunjungi Penjabat Wali Kota Kupang untuk mendengar aspirasi warga secara langsung sejak dilantik beberapa waktu lalu.

David Here, tokoh masyarakat Manulai II pada kesempatan tatap muka mewakili warga minta agar Penjabat Wali Kota berkenan menjadi jembatan penghubung komunikasi antara pihak RSUPP dengan warga. Mereka berharap warga Kelurahan Manulai 2 dapat dilibatkan menjadi pekerja dalam proses pembangunan konstruksi dan juga bisa menjadi prioritas rekrutmen mulai dari security, petugas parkir hingga tenaga perawat setelah rumah sakit mulai beroperasi.

Sebagaimana diketahui proses pembangunan RSUPP Kupang telah dimulai, ditandai dengan peletakan batu pertama pada bulan Desember 2020 lalu, oleh Menteri Kesehatan RI saat itu, dr. Terawan Agus Putranto. Pembangunan gedung RSUPP Kupang atau RSUP Vertikal Kemenkes tersebut menelan biaya kurang lebih sebesar Rp.350,2 Miliar.

Menanggapi permintaan warga tersebut Penjabat Walikota Kupang minta kepada Dinas PUPR Kota Kupang untuk segera berkoordinasi dan membangun komunikasi dengan pihak pengembang agar dapat dicari jalan keluar, sehingga warga masyarakat Kelurahan Manulai 2 bisa terlibat dalam proses pembangunan konstruksi yang saat ini masih berjalan.

Mengenai permintaan rekruitmen tenaga kerja ketika RSUPP ini akan beroperasi seperti kebutuhan tenaga parkir dan security menurutnya perlu dilakukan komunikasi lanjutan. “Saya rasa ini permintaan yang cukup logis dan relevan dengan kondisi masyarakat kita. Nanti kita akan bangun komunikasi tentang hal ini dengan pemerintah provinsi agar mereka juga membantu memperhatikan usulan masyarakat” ucap George.

Tentang tenaga kesehatan sebagaimana usulan warga untuk menjadi prioritas rekrutmen, Penjabat Walikota Kupang menjelaskan bahwa tenaga perawat adalah tenaga yang vital dalam berjalannya sebuah rumah Sakit. Proses pemilihannya akan sangat bergantung pada kemampuan atau keahlian yang bersangkutan tanpa negosiasi. “Menjadi tenaga kesehatan seperti perawat pada RSUPP adalah kesempatan yang terbuka bagi seluruh warga masyarakat dan proses perekrutannya telah diatur oleh manajemen rumah sakit. Jika ada warga kita yang memang memiliki kompetensi itu mengapa tidak,” pungkasnya.

Saat berkantor di Kelurahan Manulai II, Penjabat Wali Kota didampingi Staf Ahli Wali Kota Kupang, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Kota Kupang, Camat Alak serta para Lurah Sekecamatan Alak.

Agenda Penjabat Walikota Kupang berkantor di Kelurahan Manulai 2 ditutup dengan kerja bakti bersama seluruh warga yang hadir, beserta perwakilan setiap OPD. Lokasi kerja bakti dilaksanakan tepat di ruas jalan yang membagi wilayah Kota Kupang dan Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. *PKP_jms/nt*

Rilis dari Bagian Prokompim Setda Kota Kupang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *